@SyifaDhani. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Sugar, Ketika Cinta Harus Memilih.

Judul novel             :   Sugar
Pengarang              :   Mi Rae
Genre                    :   Amore
Jumlah halaman      :   248
Tahun terbit            :   2014

You can't please anyone.You just can't.The best thing you can do is just believe in yourself and do what you think is right.( halaman 111)

SINOPSIS

Friska, direktur CSR di perusahaan PT Pangan Surya Semesta milik keluarganya. Ayahnya, Joseph Satyadharma adalah owner dari Satyadharma grup, di mana PT PSS adalah salah satu anak perusahaannya. Di anak perusahaan tersebut, Friska banyak menyelenggarakan kegiatan kegiatan pameran, khususnya pameran lukisan. Rencananya yang paling gres adalah mengundang Margo Wicaksono, seorang pelukis kontroversial yang tinggal di Australia. Margo tidak disukai di negerinya sendiri karena lukisan lukisannya terang benderang menyindir penguasa. Bisa jadi, rencana Friska sudah sampai ke pihak pihak tertentu, yang kemudian menunjukkan ketidaksukaannya dengan menaruh bom di suatu pameran yang digelar sebelumnya.

Di acara pameran lukisan Purnomo Dharma tersebut, kepanikan yang terjadi karena adanya ancaman bom yang terbukti benar, Friska yang panik terpeleset, terinjak beberapa orang, pingsan dan diselamatkan. Di rumah sakit, setelah kejadian itu, dia sering bermimpi. Isinya nyaris sama, tentang bom, ledakan dan sejenisnya. Antara ingat dan tidak, Friska samar samar menyadari bahwa seorang anjinglah yang menyelamatkannya. Anjing yang ternyata bagian dari satwa yang dimiliki kepolisian.

Di salah satu pameran yang juga dihadiri oleh Margo, Friska tak sengaja bertemu kembali dengan si anjing dan pengasuhnya yang kemudian diketahuinya bernama Bara.Mereka berdualah yang sekali lagi menyelamatkan Friska di acara pameran lukisan Margo. Bukan karena ledakan bom, tapi karena Riska sekali lagi pingsan. Bisa jadi karena kelelahan, ketegangan yang bertumpuk tumpuk atau karena diabetes yang dideritanya.

Sebagai ucapan terima kasih, Friska mengundang Bara dan Bubu( nama si anjing) untuk makan malam . Tapi mengingat bukan hal yang mudah untuk makan di restoran membawa anjing, akhirnya mereka makan di apartemen Bara, dengan menu makanan yang dimasak oleh Bara. Di kesempatan itu, Friska menyadari bahwa ada rasa tertarik pada Bara dan rasa sayang pada Bubu.Bara yang apa adanya, sederhana dan Bubu yang manis, berhasil mengikat hati Friska.

Sayangnya hubungan itu tidak disukai Toni, kakak semata wayangnya, yang berniat menjodohkannya dengan Jonathan, koleganya yang juga pemilik sebuah perusahaan besar.Dan dengan terpaksa, Friska mulai menjauh dari Bara. Pada kencan pertamanya dengan Jonathan, lewat lensa televisi, Friska menyaksikan berita tentang demo yang menjurus anarkhis di depan Kedutaan Amerika Serikat dan sekilas melihat sosok Bara di kerumunan.

Lantas, apakah yang kemudian terjadi pada Bara dan Bubu ketika kemudian terjadi ledakan bom? Bagaimana hubungan yang terjadi antara Friska, Bara dan Jonathan?

REVIEW

Ide cerita yang saya tangkap dari novel ini adalah hubungan yang terjalin antara seorang anak pemilik perusahaan raksasa dan seorang anggota kepolisian bagian Gegana. Kerusuhan, demo dan peledakan bom menjadi benang merahnya. Juga tentang persahabatan yang terjalin antara Bara dan Bubu anjingnya.Ide yang terus terang menarik, tapi dengan eksekusi yang tanggung. Kalau mau diarahkan ke aksi, pengulangan pengulangan kisah bom terkesan membosankan. Kalau diarahkan ke roman, konfliknya tidak tergarap maksimal, padahal banyak potensi konflik di sana.

Ada beberapa hal juga yang agak mengganggu kenyamanan baca saya, di antaranya:
1/ Ketidak konsistenan pada waktu menginap Friska di RS. Di halaman  52 disebutkan tinggal 6 hari, tapi di halaman 54 disebutkan 7 hari.
2/ Di halaman 123, Friska bilang , aku pingsan dan nyaris terinjak injak lautan manusia. Padahal di halaman 7 disebutkan bahwa beberapa kaki menginjak tubuhnya.
3/ Di halaman 142 disebutkan bahwa Bubu si anjing tinggal bersama Bara di apartemennya. Timbul pertanyaan saya, bolehkah anjing yang merupakan bagian dari satwa Kepolisian dibawa ke rumah pengasuhnya?. Pertanyaan yang sama untuk kendaraan dinas yang dipakai untuk keperluan pribadi, bolehkah?
4/ Pada kejadian demo di depan Kedutaan Amerika Serikat, diceritakan bahwa Bubu datang menyelamatkan Friska ( halaman 206). Agak janggal Bubu datang sendiri, karena biasanya Bubu selalu ada bersama Bara. Lalu ada penjelasan bahwa Bara luka pada saat itu. Tapi Bubu tidak mengalami luka apa pun?
5/ Karena melindungi Friska, Bubu akhirnya mengalami luka yang cukup parah. Alih alih membawanya ke dokter hewan yang juga kenalan ayahnya, Friska malahan membawa anjingnya ke rumah dulu, menelpon dokternya, merawat seperlunya. Lalu pergi juga ke dokter tersebut( halaman 219-221). Bukannya akan lebih sesuai logika kalau dari lokasi kejadian, Friska langsung ke tempat praktek dokter hewan ya?

Tapi bukan berarti tak ada hal menarik dari novel ini. Yang utama membekas dalam benak saya adalah hubungan akrab yang terjalin antara Bara dan Bubu, juga rasa sayang Friska ke Bubu dan sebaliknya. Juga tambahan pengetahuan tentang seluk beluk menyelenggarakan pameran lukisan. Oh ya satu lagi, tentang CSR. Sepanjang yang saya baca, biasanya berkaitan dengan langkah langkah yang dilakukan perusahaan sebagai kompensasi, bagi penduduk di daerahnya beroperasi. Akan lebih tepat sepertinya, yang dilakukan Friska berpayung pada sebuah Yayasan yang didirikan perusahaan dan bukan bagian dari CSR. Tolong dimaafkan kalau pemahaman saya keliru.

g

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

6 komentar:

Melani Ika Savitri mengatakan...

ide udah unik, sayang eksekusinya belum optimal, ya, Mbak.

Syifa dhani mengatakan...

iya, karena menurutku risetnya harus beneran,soalnya menyangkut instansi resmi, yakni kepolisian.

riawani elyta mengatakan...

ide yg menarik....tinggal penulisannya aja ya mbak...memang gak gampang menggarap ide yg istimewa

Fardelyn Hacky mengatakan...

Kalau membaca sinopsisnya, kayaknya akan lebih menarik kalau cerita ini ditulis berdasarkan genre crime-romance fiction, soalnya kalau Amore kan murni romance aja. eh tapi bisa aja salah ding, karena cuma baca sinopsis dan review doang, xixixiiii

atria sartika mengatakan...

He..he.. ya, ini sering jadi pe-er untuk penulisan romance. Kadang riset kurang lengkap (^_^)
He..he..

Kitaro Collent mengatakan...

keren sekali kak

social media photography

Posting Komentar