@SyifaDhani. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Esperanza Rising, Selalu ada Harapan..

Judul Novel        :   Esperanza Rising
Pengarang          :   Pam Munoz Ryan
Penerjemah        :   Maria M Lubis
Jumlah halaman  :   238
Penerbit di Ind   :   Serambi.

SINOPSIS

Esperanza hampir berusia 13 tahun, nyaris punya segalanya. Mama dan Papa yang mencintainya, Ramona dan Sixto Ortega. Mereka tinggal di El Rancho de las Rosas,sebuah tanah perkebunan penghasil anggur di Meksiko. Sang ayah adalah pemiliknya dan Anza adalah anak tunggalnya.Bisa dibayangkan hari harinya adalah keahagiaan dan kemewahan. Besok adalah hari ulang tahunnya dan dia tahu jika dia akan mendapatkan persembahan srenade saat matahari terbit.Papa dan para lelaki yang tinggal di perkebunan itu akan berkumpul di bawah jendelanya, suara mereka yang merdu dan manis akan menyanyikan Las Mananitas, lagu ulang tahun.( halaman 9). Tapi ternyata, harapan hanya tinggal harapan.

Malam itu datang sebuah kabar, sang Papa meninggal dibunuh saat bersama para pekerja membetulkan pagar di tepi terjauh perkebunan. Esperanza merasa jantungnya bagaikan jatuh. Dia jatuh berlutut dan tenggelam dalam luang gelap keputusasaan, tidak memercayai semua ini.( halaman 20).Ulang tahunnya tetap dirayakan setelah hari berkabung, tapi keadaan tak pernah sama lagi. Apalagi setelah Paman dari pihak ayahnya( Tio Luis dan Tio Marco) mendesak mamanya untuk membeli rumah mereka dengan harga yang sangat murah.Suatu tawaran yang tentunya ditolak mentah- mentah.Juga tawaran untuk menikahinya dari salah seorang paman.

Sepertinya kemalangan baru dimulai. Tak lama kemudian, rumah yang mereka tinggali terbakar habis.Mama, Abuelita( orang tua mamanya) dan Esperanza harus tinggal dan tidur di pondok pondok pekerja( halaman 39). Dan tak ada keraguan sedikit pun bahwa kedua pamannya ada di balik semua musibah ini.Setelah kejadian itu, sekali lagi para paman datang, masih mengajukan tawaran yang sama.Akhirnya mereka minus Abulieta yang sedang sakit, memutuskan untuk menyeberang perbatasan, bersama Alfonso, Hortensia dan Miguel, pasangan anak beranak, yang merupakan orang kepercayaan almarhum papanya.Kelengkapan dokumen disiapkan oleh adik adik Abuelita yang tinggal di biara.

Dan dimulailah perjalanan yang tak mudah itu. Dimulai dengan berbaring di dasar gerobak dan menempuh perjalanan yang berat selama 2 hari, yang kemudian dilanjutkan dengan naik kereta. Alfonso membawa mereka ke sebuah gerbong dengan barisan bangku kayu, sudah penuh sesak oleh rakyat jelata( halaman 60).Sebuah perjalanan panjang yang ditempuh lebih dari  4 hari.Dan sampailah mereka akhirnya di sebuah perkebunan besar, tempat di mana saudara Alfonso bersama keluarganya tinggal dan bekerja.

Lalu mulailah hari hari yang tak pernah dibayangkan Anza harus dihadapinya. Pada mulanya dia tinggal di gubuk sempit dan merawat bayi kembar keponakan Alfonso, sementara ayah dan ibu mereka bekerja.Suatu hal yang tidak mudah saat Anza harus melakukan segalanya sendiri, untuk pertama kali, mulai dari kesulitan menggunakan sapu, kebingungan saat mencuci dll. Untunglah Anza akhirnya bisa belajar. Keadaan yang membaik itu ternyata tak bertahan lama.

Mamanya yang bekerja terlalu keras dan depresi pada saat yang bersamaan karena harus berpisah dengan Abuelita mendadak jatuh sakit dan setelah pengobatan yang tak kunjung menampakkan hasil, akhirnya harus dirawat di rumah sakit untuk waktu yang entah sampai berapa lama.Mau tak mau, Esperanza harus mengambil alih tanggung jawab di usianya yang sangat muda. Suasana kerja yang berat ditambah banyaknya percik percik pemberontakan imigran menuntut upah yang sepadan, bukan hal yang mudah untuk dilaluinya.Lalu apakah yang terjadi setelah itu? Apakah keadaan mamanya akan membaik, bisakah dia mengumpulkan uang untuk mendatangkan Abuelita? Dan apakah Esperanza harus menyerah?

REVIEW saya,

Ini buku tentang Meksiko yang saya punya. Berharga sangat murah karena dibeli di obralan karena tertarik pada sinopsis di bagian belakang buku. Sungguh tak menyesal membelinya, karena jadi paham lebih banyak tentang budaya Meksiko, salah satu kulinernya. Jika dulunya saya hanya paham tortilas, cabai jalapeno dan empanadas, sekarang jadi tahu juga burritos, arroz, flan de almendra dll.Sayangnya banyak di antaranya tanpa catatan kaki, sehingga harus browsing lagi.

Hal lain yang menarik adalah situasi di saat kisah itu terjadi dideskripsikan dengan gamblang. Jadi seperti kita hadir di antara para tokoh dalam cerita itu. Bukan hal yang mengherankan, karena novel ini ditulis berdasarkan kisah nyata nenek si penulis. Kita juga jadi lebih paham, diskriminasi ada di mana pun, dalam berbagai bentuk. Dan ketidak adilan ternyata bisa menimpa siapa saja.

Penulisan bab babnya dengan judul aneka buah juga menarik, sayangnya kadang pencantuman itu berkesan tempelan, walau beberapa di antaranya mewakili cerita di bab tersebut. Penerjemahnya juga berhasil menghadirkan emosi para tokoh secara utuh, khusunya bagian bagian di mana terjadi kejutan kejutan yang menimpa Esperanza. Seperti saat dia tak bisa menggunakan sapu atau mencuci popok para bayi yang diasuhnya

Lewat novel ini, tersimpan banyak hikmah, salah satunya adalah kuatnya kasih sayang antar anggota keluarga dan orang orang terdekat, bisa membantu menghadapi tantangan seberat apa pun.Juga dikisahkan bahwa selama kita masih punya harapan, walau kita berada di titik nol sekali pun, kita bisa bangkit. Jadi teruslah memelihara harapan, menuangkannya dalam kerja keras dan menggenapinya dengan doa tak be4rkesudahan. Hasilnya akan nampak, cepat atau lambat.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

6 komentar:

Melani Ika Savitri mengatakan...

Sedih banget kisahnya, Mbak. Menarik, kisah drama meksiko, jadi inget ma telenovela hehe...

Syifa dhani mengatakan...

ini lebih remaja ya dik. Jadi bersih dari cinta cintaan.

riawani elyta mengatakan...

orang2 di meksiko termasuk yg kerap ngalami diskriminasi, n jadi migran gelap juga mbak....reviewnya tumben pendek, hehe

Fardelyn Hacky mengatakan...

wow....mbak dhani punya banyak banget novel dengan setting dengan berbagai negara di dunia. aku belum pernah baca cerita dengan setting meksiko atau Amerika selatan. menarik kayaknya nih

Leyla Hana Menulis mengatakan...

Semoga nanti aku dapat juga yg obralannya. Kangen baca buku (yg bagus) lagi :(

atria sartika mengatakan...

Wah, kalau baca kalimat yang menggambarkan "awalnya ia memiliki segalanya" kadang saya langsung nge-judge wah pasti bakalan klise banget, mengingat tema serupa sudah banyak diangkat.
Tapi saya lupa, buku ini jadi berbeda karena latar belakang sosial budayanya yang berbeda (^_^)
Hm..sempat nemu buku ini dengan harga murah tapi nggak pernah dibeli karena ya itu, blurbnya kurang menggoda.

Posting Komentar