@SyifaDhani. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

ENTROK by Okky Madasari, Sebuah cerita kelam tentang masa lalu.

Judul novel   : Entrok
Pengarang    : Okky Madasari
Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah hal    : 282
No ISBN     : 978-97922-5589-8

Pada mulanya, saya membaca novel ini untuk mencari selingan dari novel- novel roman yang akhir- akhir ini menempati urutan pertama dalam list bacaan saya. Tapi berakhir dengan keinginan untuk membacanya secara tuntas, karena temanya menarik  dan gaya penceritaannya yang mengalir. Novel ini bercerita tentang pasang surut hubungan antara ibu dan anak gadisnya, dalam kurun waktu 1940-1999. Berlatar belakang masalah- masalah perbedaan pandangan dalam beragama juga banyak konflik sosial yang terjadi di masa itu, menjadikan novel ini punya magnet untuk diselesaikan dalam 1 hari.

Adalah Sumarni, seorang gadis cilik yang tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai buruh pengupas ketela untuk dijadikan gaplek.Sementara ayahnya tlah meninggalkannya, setelah hari- hari panjang menyiksa ibunya. Pada mulanya karena ingin membeli entrok( bra)Sumarni bekerja sebagai satu- satunya kuli perempuan di pasar desa mereka. Dari uang yang terkumpul, dia tak hanya bisa membeli entrok, tapi juga bisa menabung dan menjadikannya modal buat berjualan.Sumarni yang berpikiran pintar tidak berjualan di pasar, tapi berkeliling dari rumah ke rumah. Dimulai dari menawarkan sayur sampai mencarikan barang- barang pesanan tetangganya yang mereka beli dengan cara mencicil.. Setelah menikah dengan Teja, seorang kuli di pasar dan punya seorang anak perempuan bernama Rahayu, Sumarni mulai meminjamkan sejumlah uang kepada orang- orang di sekitarnya, yang bisa dikembalikan denga mencicil dan menambahkan sejumlah uang sebagai bunganya.

Sumarni yang terbiasa melakukan ritual- ritual seperti membuat sesajen untuk menandai keberhasilan demi keberhasilannya, mulai terlibat percekcokan dengan Rahayu . Rahayu menganggap apa yang dilakukan orang tuanya, mulai dari merentekan uang sampai memberikan sesajen adalah tindakan yang tidak dibenarkan dalam agama yang mereka anut. Sementara Sumarni menganggap hal itu adalah kelaziman turun temurun, sementara Teja sang suami, tak banyak bicara.Pertengkaran yang terus berlanjut sampai Rahayu pindah ke Jogja meneruskan kuliahnya.



Sementara itu, keberhasilan yang didapatkan Sumarni, mengundang konsekuensi yang tidak diharapkan. Seperti harus memberikan sejumlah uang secara rutin kepada oknum tentara yang berkedok mengamankan, menyumbang dalam jumlah besar untuk kegiatan- kegiatan kampanye sampai hasutan orang- orang yang iri pada keberhasilannya.Tapi seperti roda, demikian juga kehidupan Sumarni. Mulai dari kematian suami dan sopirnya karena kecelakaan, dituduh menyimpan buronan sampai kedatangan pegawai bank yang menawarkan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah. Dan akibatnya, satu persatu hartanya harus lepas dari tangannya.

Di tempat lain, Rahayu yang akhirnya menikah dengan dosennya yang sudah beristri, bergabung pada sebuah organisasi keagamaan yang difasilitasi kampusnya. Karena bentrok dengan tentara, Rahayu dan suaminya tiba- tiba tanpa alasan yang jelas dikeluarkan dari kampusnya dan bergabung di sebuah pesantren di bawah asuhan Kyai Hasbi. Dalam sebuah pendampingan pada warga Kedung Ombo, suaminya ditembak tentara dan Rahayu ditangkap.Akhirnya, kabar itu sampailah ke Sumarni yang kemudian sekuat tenaga mengusahakan pembebasan buat putri tercintanya. Sebuah pembebasan dengan uang jaminan yang tidak sedikit dan kewajiban untuk lapor setiap minggunya.Juga sebuah stempel ET di KTP nya.

Rahayu setelah penahanan, adalah Rahayu yang tidak sama lagi. Dia sekarang adalah Rahayu yang menarik diri. Yang tak bisa melakukan apa pun karena cap ET di KTP nya. Untunglah dia masih punya Sumarni, yang sekuat tenaga berusaha mengembalikan semangat anaknya, salah satunya dengan rencana menikahkannya dengan seorang perjaka tetangga mereka. Pada malam sebelum hari istimewa itu datang, suatu kejadian yang tak disangka- sangka datang. Lantas, apakah akhirnya perkawinan itu terjadi? Bagaimanakah akhir dari hubngan ibu dan anak yang mulai membaik itu?

Secara cerita, novel ini berhasil menyuguhkan banyak gambaran yang terjadi selama kurun waktu 1940- 1999. Saat kekuasaan menjadi panglima. Saat seseorang yang berusaha mempertahankan haknya malah dicap PKI dan dianggap berseberangan dengan pemerintah. Ketika banyak masalah bisa diselesaikan dengan uang. Selain itu, novel ini juga memotret banyak kontradiksi yang terjadi di masyarakat saat itu. Seperti seorang guru agama yang mengharamkan rente tapi malah berhutang, atau tentang Sumarni yang nyaris seluruh hidupnya selalu mendukung pemerintah tapi anaknya malah dituduh PKI.Juga tentang benturan- benturan yang terjadi antara pelaksanaan ritual agama dan animisme/ dinamisme.

Saya kurang sepakat tentang penyebutan ENTROK sebagai judul dari novel ini, karena sesungguhnya isu besarnya bukanlah masalah ini. Mungkin secara komersial judul dan kaver terlihat"mengundang", tapi tidak serasi kalau dikaitkan dengan isi buku ini secara keseluruhan. Juga beberapa adegan dewasa dan penggambarannya yang gamblang, agak mengganggu. Penulis bisa menyamarkannya, tapi entah kenapa malah menjelaskannya dengan detil. Hal yang sepertinya lumrah dijumpai pada buku- buku yang dijuluki"sastra wangi"Tapi apa pun, dibalik beberapa ketidakbaikan dalam kacamata saya, ada banyak kebaikan yang bisa dipetik dari novel ini. Tentang kasih ibu yang betul- betul sepanjang umur, tentang betapa berbahayanya kekuasaan tunggal, juga tentang semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Sumarni dalam menghadapi masalah- masalahnya.Dan biarlah kebaikannya saja yang kita simpan sebagai hikmah....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 komentar:

Esti Sulistyawan mengatakan...

Pengen banget baca salah tulisan Okky ini,
Resensinya oke nih

Binta Almamba mengatakan...

ini yg nulis buku yg direview mbk inda satibi kemarin ya? yg pasung..
bagus mbak reviewnya.. suka krn banyak sinopsisnya hihi..

Syifa dhani mengatakan...

dik Esti, menurutku sih cakep ya, terlepas dari beberapa adegan dewasa yang gamblang dijelaskan..

Syifa dhani mengatakan...

dik Binta, ini juga banyak yang saya skip kok...

Kitaro Collent mengatakan...

keren sekali kak

belajar graffiti

Posting Komentar