@SyifaDhani. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Perjalanan menemukan yang berakhir indah

Judul buku     :   Hujan Daun Daun
Pengarang     :   Lidya Renny Ch
Jumlah hal      :   248
Penerbit         :   Gramedia Pustaka Utama
Genre            :    Remaja

 Novel ini berkisah tentang Tania, seorang remaja yang tinggal bersama kakek dan neneknya dari pihak ibu. Akhir- akhir ini, dia sering sekali bermimpi aneh. Dalam mimpinya, dia yang menjelma anak- anak, bermain bersama seorang anak seusianya, di antara rerimbunan pepohonan dan melakukan aktivitas berdua. Sayangnya, sekuat apa pun dia mengingat, dia tidak mengenal gadis itu.Terus terang, mimpi- mimpi itu begitu mengganggunya. Apalagi pada saat yang bersamaan, Tania begitu merindukan kedua orang tuanya, tapi nyaris tak punya informasi apa pun tentang mereka. Kecuali sedikit keterangan dari nenek dan kakeknya, bahwa kedua orang tuanya meninggal saat Tania masih kecil. Perasaan sedih menyusup ke hati Tania, kenapa tak sepotong pun ingatan tentang orang tuanya yang bisa ia ingat? Kenapa nenek dan kakek tidak pernah cerita banyak tentang mereka? Apa yang sebenarnya tersembunyi di sana?( halaman 40).

Untung Tania punya Stella, sahabat yang juga teman sekampusnya. Karena dialah, Tania bisa melewati hari- harinya. Stella pulalah yang mengenalkan Tania pada Adrian, teman pacarnya. Adrian ternyata punya tanggal lahir yang sama dengan Tania, dan mereka hanya bisa merayakan ulang- tahunnya 4 tahun sekali( mereka lahir tanggal 29 Februari). Kehadiran Adrian seperti mengisi ceruk kosong yang ada di hati Tania.Mungkin karena tanggal lahir mereka yang sama, ataukah memang karena ada " sesuatu" yang mulai bersemi di antara mereka.


Pada suatu ketika, Tania yang janjian untuk nonton bersama Adrian dan menunggunya di kampus, dikejutkan oleh kedatangan seorang perempuan paruh baya. Perempuan yang akhirnya mengenalkan diri dengan nama Meilia Sasmita Wibowo itu ternyata istri dari almarhum ayahnya( juga).Sesuatu yang selama ini tak pernah terbersit dalam pikiran Tania.Lewat Meilia, ternyata banyak fakta- fakta baru yang Tania ketahui.Dan Meilia menceritakannya, karena dia merasa umurnya tak akan lama lagi, karena kanker yang menggerogoti tubuhnya.Dalam dua kali perjumpaan dengan Meilia( tanpa sepengetahuan nenek kakeknya tentunya), Tania banyak memperoleh informasi. Mulai dari ibunya yang ternyata bunuh diri, setelah ayahnya pergi bersama Meilia, ayahnya yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas, juga tentang saudara kembarnya yang dibawa sang ayah saat pergi meninggalkan Tania dan ibunya" Namanya Tiana Arina Wibowo. Dia lahir sepuluh menit lebih dahulu darimu.Kalian kembar identik.Seperti dalam lukisan yang ayahmu hadiahkan " kata Meilia( halaman 149)

Dari cerita Meilia juga, Tania juga tahu, bahwa sepeninggal papanya, Meilia terpaksa menitipkan Tiana ke sebuah panti asuhan di Surabaya dan tak pernah menjumpainya setelah itu.Akhirnya, tanpa sepengetahuan kakek neneknya, Tania berusaha melacak jejak saudara kembarnya ke Surabaya. Lantas, apakah pencarian itu berbuah manis, di manakah Tiana berada sekarang?Semuanya akan terjawab di akhir cerita.

Sebagai salah satu dari 3 buku hasil dari GWP, saya menaruh ekspektasi cukup tinggi buat buku ini. Tapi ada beberapa hal yang agaknya memupuskan harapan saya, diantaranya adalah :

1/ Cerita ini menggunakan sudut pandang banyak orang dan banyak waktu, yang sayangnya jadi bikin bingung dan ribet, khususnya masalah waktu. Mungkin lebih baik, kalau dibedakan penyajiannya, misalnya dari bentuk huruf atau jenis huruf.
2/ Di halaman 130 diceritakan bahwa Lukita pulang dan mendapati bayinya sendirian. Parah banget ya si ayah. Meninggalkan seorang bayi di rumah sendirian, apa pun alasannya tentulah nggak bertanggung jawab. Pengarang seharusnya memilih keterangan yang lebih masuk akal.Juga alasannya meninggalkan istri dan anaknya hanya dengan selembar surat, pengecut banget ya..
3/ Banyak adegan yang sepertinya hanya tempelan, diadakan atau tidak, tidak akan mempengaruhi jalan cerita.
4/ Bagi saya, konflik klimaks dari novel ini adalah adegan saat Tania mengetahui tentang keberadaan kembarannya. Setelah itu, kok saya tidak menemukan gregetnya lagi.
5/ Menurut saya, perjalanan Tania ke Amerika juga sesuatu yang terlalu beresiko, sendirian pula. Hanya berbekal secarik alamat yang belum tentu benar, di suatu negara yang sama sekali asing pula.Mungkin kalau dia melakukan korespondensi terlebih dahulu atau pergi bersama kakek/ neneknya, cerita ini lebih masuk akal.

Tapi apa pun, dari novel ini saya belajar, bahwa menulis sebuah buku dengan pikiran dari 3 orang bukanlah hal yang mudah. Juga menjadi paham bahwa hidup ini seringkali adalah kumpulan kejutan dan misteri yang punya akhir yang seringkali tidak disangka. Dan usaha untuk menemukan dan menyibaknya tak pernah sia- sia...






(

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 komentar:

Ratna Farida mengatakan...

Oh ditulis sama tiga org ya Mba. Covernya seh bagus. Sepertinya GM skrng nerbitin banyak buku ya Mba.

Syifa dhani mengatakan...

ini salah satu dari 3 novel karya Gramedia Writing Project dik. Dua yang lainnya bergenre metropop dan misteri.

Triani Retno A mengatakan...

Kebayang deh pusingnya bertiga nulis satu novel :D

Syifa dhani mengatakan...

iya dik, tapi mungkin bisa jadi lengkap ya...

Lidya Renny Chrisnawaty mengatakan...


Makasih ya reviewnyaa, salam kenal ;)

Posting Komentar