@SyifaDhani. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Sweetly, Sebuah Kegilaan Cinta..

Judul buku                :  Sweetly ( Tak Semua Hal Semanis Kelihatannya)
Pengarang                :  Jackson Pearce.
Penerjemah              :  Ferry Halim
Penerbit                   :  Atria
Jumlah halaman        :  399

SINOPSIS
Dua belas tahun lalu, Gretchen dan kembarannya, mereka berusia 6 tahun dan saudara lelakinya yang berusia setahun lebih tua, Ansel, harus mengalami suatu peristiwa yang tragis.Dalam sebuah perjalanan ke hutan, sesosok penyihir atau siluman bermata kuning memburu mereka dan mengambil kembaran Gretchen.Lalu setelah itu kesedihan berturut turut datang. Si kembaran yang tak ditemukan, orang orang yang menyalahkan, kedua orang tua yang bersedih dan diakhiri dengan berpulangnya keduanya.

Dan 12 tahun kemudian, Gretchen dan Ansel, terusir dari rumahnya sendiri oleh ibu tirinya, yang dinikahi almarhum ayah mereka setelah kematian sang ibu. Secara hukum, usia mereka berdua sudah bisa dikategorikan mandiri. Dan dengan sejumlah uang yang tak banyak, mereka memutuskan untuk berkendara ke Pantai Folly, Carolina Selatan.Sayangnya kerusakan kendaraan mengharuskan mereka terdampar di sebuah kota tua nyaris tanpa penghuni, Live Oak.

Orang orang yang tak bersahabat menyambut kedatangan mereka. Tapi apa mau dikata, demi melanjutkan perjalanan, mereka harus tinggal lebih lama. Hingga seorang Jed memeberikan solusi jitu untuk mengatasi masalah kendaraan mereka, yakni dengan mencari tempat untuk memperoleh uang, dengan bekerja sementara waktu.Jed mengajak keduanya ke kediaman Sophia yang punya toko permen dan coklat di ujung daerah itu, berbatasan dengan hutan.Hal yang ditentang keras oleh seorang anak muda asing yang mereka temui, yang kemudian mereka tahu bernama Samuel.

Sophia adalah perempuan cantik dan menyenangkan, yang pada jumpa pertama berhasil memikat hati Gretchen dan Ansel. Buat Gretchen, Sophia mengingatkannya pada saudara perempuan yang pernah dimilikinya dan bagi Ansel tentu saja karena daya tarik fisik yang dipunyainya. Ansel lalu mulai melakukan pekerjaan pekerjaan reparasi di rumah yang ditinggali Sophia sendiri sepeninggal ayahnya, srmentara Gretchen membantu Sophia melakukan banyak hal yang berkaitan dengan toko coklatnya.

Sebenarnya rencana mereka berdua adalah tinggal sehari, tapi pada kenyataannya, Sophia sukses membujuk untuk tinggal lebih lama. Dan mereka menikmatinya. Ansel dengan" kedekatannya" dengan Sophia dan Gretchen dengan tekadnya untuk meninggalkan ketakutannya pada hutan dan penyihir, juga mulai bersosialisasi dengan penduduk kota kecil itu. Banyak di antara mereka terang terangan menyatakan ketidak-sukaannya kepada Sophia, karena mereka menganggapnya bertanggung jawab atas hilangnya banyak gadis gadis remaja, setelah sebuah pesta tahunan yang diselenggarakannya berlangsung.

Gretchen tentu saja menganggap semuanya itu omong kosong belaka, sampai banyak kejadian aneh terjadi. Mulai dari ditemukannya banyak cangkang kerang di gudang terkunci, sebuah nama yakniNadia, juga sikap Sophia yang berubah ubah dan terkesan menyembunyikan sesuatu. Dan diakhiri oleh sebuah kejadian menyeramkan, saat Gretchen mencoba melawan ketakutannya dengan pergi ke hutan sendirian, tanpa kakaknya. Dan hanya ditemani anjing Sophia.Di dalam hutan, Gretchen bertemu dengan sosok menyeramkan bermata kuning, sama seperti sosok yang memburunya 12 tahun yang lalu.Sosok yang kemudian menjelma menjadi mirip serigala atau fenrish.Untunglah, seseorang menyelamatkannya dengan tembakan yang menewaskan si fenrish . Seseorang yang kemudian ternyata adalah Samuel.

Setelah kejadian itu, Gretchen menjadi dekat dengan Samuel dan minta diajari menembak. Karena dia ingin bisa menghadapi Fenrish dan membunuhnya. Dan tentu saja, ini di luar pengetahuan Sophia dan Ansel, dengan berbagai alasan.Dan dalam berbagai kesempatan, Gretchen dan Samuel mulai memburu para siluman serigala tersebut.Ansel juga mulai merasakan ada hal yang aneh menyangkut Sophia, tapi seperti juga adiknya, mereka belum menemukan bentuk keanehan tersebut. Mereka bahkan mengajak Sophia pergi, tapi Sophia tidak mengiyakannya sampai Festival yang diadakannya berlangsung.

Dan saat Festival itu berlangsung, Gretchen memergoki Sophia sedang bercakap cakap dengan seseorang. Dan percakapan itulah, jawaban dari semua tanda tanya selama ini. Tentang misteri cangkang cangkang yang membuat Sophia mendadak muram, juga tentang gadis gadis yang menghilang selama 2 tahun terakhir ini.
Lantas apakah yang terjadi sesungguhnya? Siapakah Sophia sesungguhnya, siapakah Nadia, juga adakah kaitan antara para siluman dan Sophia?


Membaca buku buku terbitan Atria selalu menyenangkan. Walau banyak di antaranya kisah klasik, tapi tidak membosankan karena selalu banyak pesan dan pelajaran hidup di dalamnya. Hanya untuk buku ini, saya merasa agak bermasalah dengan penerjemahannya. Beberapa kalimat terbaca aneh dan membingungkan. Selain itu, banyak bagian dari novel ini serasa bertele tele. Pengarang terlalu asyik bercerita tentang latihan menembak Gretchen dan Samuel dalam banyak halaman. Juga jenis jenis kue atau permen coklatnya, susah dibayangkan, seperti kentang/ jeruk yang bersalut coklat( bagaimana rasanya ya?)
Untungnya 3 atau 4 bab terakhir seru dan bikin nggak sabat untuk membacanya. Ide yang unik, menggabungkan unsur kuliner dan horor dalam satu buku.

























  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 komentar:

Fardelyn Hacky mengatakan...

Aku belum perna baca buku yang diterbitkan oleh Atria.
Ini terbit tahun berapa mbak?

Syifa dhani mengatakan...

2011 dik. Cakep cakep ceritanya lho, walau klasik/ kisah lama.

Fenny Ferawati mengatakan...

novel horor luar memang lebih ciamik

Syifa dhani mengatakan...

idenya mungkin sederhana, tapi hasil jadinya keren. Padahal kalau ngomong sumber ide, Indonesia tiada duanya yaa.

Kitaro Collent mengatakan...

mantap

kolaborasi seru

Posting Komentar