@SyifaDhani. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Gendhis, Perjuangan Penuh Liku menemukan Cinta Sejati

Judul Buku                 :  Gendhis, True Forget Me Not
Pengarang                  :  Dyah Prameswarie
Penerbit                     :  Sheila
Jumlah halaman          :  218 hal
Genre                        :   Romance
Tahun Terbit               :  2014

" Gendhis, aku nggak bisa menjanjikan untuk membawa seluruh dunia di hadapanmu.Aku juga nggak mampu menjanjikan bahwa kita akan hidup bahagia selamanya seperti ratusan dongeng. Tapi aku janji, aku akan selalu ada di sisimu setiap kali kamu membutuhkanku. Itu saja.."( halaman 200)

SINOPSIS

Gendhis, seorang perempuan pemilik sebuah studio fotografi khusus PreWedding, sudah bertunangan dengan Sena, pemilik 75 % saham di studionya. Akhir akhir ini sering sekali memimpikan rumah dan sahabat sahabat masa kecilnya. Merasa bahwa mimpinya itu bisa jadi berarti sesuatu, bersama Noel, sahabat, asisten sekaligus manajernya, Gendhis pergi mengunjungi Surabaya. Di kota yang sudah tak dikunjunginya selama 5 tahun itulah mimpinya berawal. Dimulai dari mengunjungi rumah masa kecilnya, Gendhis lalu teringat pada sebuah nama, Dave atau David, temannya di Sekolah Dasar yang juga jadi" cinta monyetnya"

Lalu, perjalanan dilanjutkan dengan menghubungi teman temannya semasa kecil untuk melacak keberadaan Dave. Sebuah perjalanan yang berliku, sampai akhirnya Gendhis bisa bertemu Dave.Sebuah pertemuan yang pada awalnya dimaksudkan hanya untuk menuntaskan mimpi mimpi, berlanjut menjadi sebuah rasa yang lain. Gendhis menyadari bahwa apa yang terjadi antara dia dan Dave salah, tapi dia juga tak bisa mengingkari suara hatinya. Sementara itu, Sena yang sudah " mencium" ketidakberesan ini, mengambil tindakan sepihak dengan banyak cara, mulai dari menutup kantor studio foto tempat Gendhis jadi bossnya sampai mengajukan tanggal pernikahan

Lantas, apakah yang terjadi pada hubungan segitiga yang rumit ini? Apakah Gendhis akan tetap berkomitmen pada hubungannya dengan Sena, walau hubungan mereka mulai menghambar akhir akhir ini, bahkan sebelum Dave hadir lagi? Ataukah kembali pada cinta masa kecilnya yang mulai memesona dan mengambil hatinya?Lalu bagaimanakah nasib studio foto itu di tengah carut marut hubungan Sena dan Gendhis?


Di novel setebal 218 halaman ini, pembaca akan disuguhi lika liku Gendhis menemukan cinta sejatinya. Dibalut diksi yang cantik, deskripsi tempat yang lumayan detail, juga penggambaran tentang Surabaya yang lengkap berikut dialeknya. Selain itu, banyak makanan makanan lezat jadi pernik pernik yang membuat novel ini unik dan menarik.Cerita tentang profesi yang digeluti Gendhis juga merupakan bagian yang saya sukai dari novel ini.
Tapi ada beberapa hal yang bisa dikritisi, yang akan saya bagi menjadi 3 bagian, yakni:
1/ Beberapa kesalahan tulis, seperti:
       - Penulisan percapakan seharusnya percakapan ( halaman 5)
       - Penulisan ahli botanical seharusnya ahli botani ( halaman 7)
       - Penulisan suami seharusnya calon suami ( halaman 59)
       - Penulisan lengan baju digulung selutut seharusnya digulung sesiku( halaman 97)
       - Penulisan gorgerous seharusnya gorgeous ( halaman 100)
       - Penulisan naik ke teratas Gallerie seharusnya naik ke lantai teratas ( halaman 176)
2/  Beberapa hal yang saya sebut tidak konsisten, yakni,
- Dave disebutkan tinggal di Bandung, tapi dalam banyak bagian cerita disebutkan tinggal di Surabaya.
- Tentang goresan nama yang diguratkan Dave kecil, di halaman 15 disebutkan di pintu garasi, tapi di halaman 30 disebutkan di kusen pintu. Salah satu yang benar atau dua duanya benar?
- Tentang Farah, Dave menerangkan bahwa dia adalah murid ibunya( halaman 84), tapi di halaman 120 dan 127 disebutkan bahwa dia adalah sekretaris ibunya.
-Di halaman 78 ditulis ada suara kurk mendekat. Siapakah yang memakai kurk? Dave kah?Kok di bagian lain tidak ada keterangan mengenai hal itu?

3/ Masukan masukan bila nanti novel ini dicetak ulang,
- Ada di beberapa halaman( 14, 30 dan 70), diceritakan bahwa Gendhis sedang mengingat masa lalunya. Menurut saya, penulisan bagian itu dengan jenis huruf yang berbeda akan membuat pembaca lebih jelas.
- Penulisan " ibu berdaster lusuh" di halaman 27- 29 menurut pendapat saya banyak diulang ulang. Pengurangan beberapa di antaranya pasti akan membuat novel ini lebih efisien.
- Sepanjang cerita, yang saya baca adalah pencarian Gendhis dan Dave tidak melakukan hal yang sama. Dave hanya menunggu. Sepertinya penambahan keterangan bahwa Dave juga mencari Gendhis diperlukan.
- Profesi Dave sebagai novelis kurang dideskripsikan, tiba tiba saja sudah launching.
- Tak ada keterangan tentang kenapa dan kapan mereka berdua( Dave dan Gendhis) berpisah.Boleh nggak kalau ada penjelasan tentang hal itu.

Besar harapan saya, penambahan dan pengurangan ini akan membuat novel ini lebih disukai karena ada potensi yang besar di dalamnya.
       
      

       
      
        



        
        
      
     
  


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

14 komentar:

Linda Satibi mengatakan...

kurk itu apa, Mbak? apakah kruk?

Syifa dhani mengatakan...

iya, maksudku kruk..

Fardelyn Hacky mengatakan...

Wuiiii...lengkaaaap euy 'meniliknya', xixixiiiiii
Btw, aku tadi mau nanya kurk juga, rupanya mb Linda satibi juga melihatnya, hehehe....

Melani Ika Savitri mengatakan...

Surabaya memang mantap kulinernya :D
keren, Mbak Dahni, resensinya. detail (y)

Efi Fitriyyah mengatakan...

Iya aku sempet kepikiran soal tempat tinggal Dave itu, lupa tidak terutliskan di resensiku. Mungkin yang baca ga bakalan linglung kalau dijelaskan kenapa Dave ada di Surabaya atau mungkin waktu itu penulisnya ga sengaja menuliskan alamat Dave di Bandung, ya.

Syifa dhani mengatakan...

Dik Fardelyn, ini karena saya suka novelnya. Jadi detail banget ngresensinya.

Syifa dhani mengatakan...

dik Melani, belajar darimu to....

Syifa dhani mengatakan...

betul dik Efi, misalnya itu hanya dugaan temannya atau memang pernah tinggal di Bandung tapi balik ke Surabaya. Menunggu penjelasan dik Dydie. Tapi aku suka diksi novel ini, mantap.

Leyla Hana Menulis mengatakan...

Teliti sekali reviewnya, mbak Dhani :-)

Syifa dhani mengatakan...

iya dik Leyla. Ini kalau pas bacanya bener.

riawani elyta mengatakan...

mbak dhani selalu teliti reviewnya, apa nyiapin notes khusus mbak?

Syifa dhani mengatakan...

biasanya siapin post it dik. Bacanya maju mundur, takutnya aku yang salah baca atau kira. Trus di halaman halaman yang menyimpan pertanyaan atau ada kontradiksi aku taruh post itnya.Kadang bisa juga dibaca ulang.

atria sartika mengatakan...

Wuih, reviewnya detail.
Mantap, Mbak (^_^)9

Syifa dhani mengatakan...

alhamdulillah dik Atria..

Posting Komentar